Minggu, 11 Maret 2018

HAJI

HAJI


Ibadah haji ke Makkah merupakan rukun kelima dalam rukun Islam. Haji adalah ibadah yang menghimpun semua jenis ibadah, seperti ibadah fisik, hati, dan harta. Haji wajib dilaksanakan satu kali seumur hidup, khusus bagi orang-orang yang mampu. Allah  berfirman, “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah. Yaitu (bagi) orang yang sanggup, mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Ali ‘Imran: 97)

PENJELASAN TENTANG IBADAH HAJI

PENJELASAN TENTANG IBADAH HAJI



  1. Seseorang yang akan melakukan ibadah haji, harus berniat ihram pada tanggal 8 Dzulhijjah. Dia mesti berada di Makkah pada tanggal tersebut. Kemudian hatinya berniat untuk beribadah haji, dan melafadzkan, “Labbaik Allahumma Labbaik (Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah, untuk berhaji).” Setelah itu hendaknya dia terus membaca talbiyah dengan niat ibadah dan sikap penyerahan diri yang mutlak untuk menjawab panggilan Allah dengan membaca, “Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaika Laa Syarika Laka Labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk. Laa Syarika Laka.” (Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah, aku sambut panggilan-Mu, tiada Tuhan selain Engkau. Aku sambut panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan hanya untuk-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu)
    Sambil memakai baju ihram dan menahan dirinya dari yang diharamkan Allah, sampai dia bertahallul. Seperti dalam bahasan di bawah ini: 
  1. Setelah berihram pada tanggal 8 Dzulhijjah, semuanya akan pergi ke Mina di pagi hari, menginap di Mina dengan melaksanakan shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Shubuh pada waktunya tanpa di-jama’ (digabung), tapi hanya di-qashar (dipendekkan) saja, yakni shalat yang empat rakaat menjadi dua rakaat. 
  2. Pada tanggal 9 Dzulhijjah, semuanya pergi menuju Arafah setelah matahari terbit. Shalat Zhuhur dan Ashar di Arafah dilakukan dengan cara di-jama’ (digabungkan) dan diqashar dengan satu kali adzan dan dua kali iqamat. Kemudian setelah itu mereka berdoa dan menyerahkan diri di hadapan Allah.
    Ini adalah rangkaian ibadah haji yang paling agung dan utama. Rasulullah  mengatakan bahwa malaikat-malaikat bangga dengan orang yang berada di Arafah dengan semua doa, ibadah, dan antusiasme mereka kepada Allah.
    Rasulullah  bersabda, “Mereka itu adalah hamba-hamba-Ku. Mereka telah datang kepada-Ku dengan tertib dan berdebu. Aku bersaksi kepada kalian bahwa Aku telah mengampuni mereka.” (HR. Ahmad, no. 7089)
  3. Kemudian mereka keluar dari Arafah setelah matahari terbenam dengan tenang dan tertib menuju Muzdalifah. 
    Lalu mereka menunaikan shalat Maghrib dan Isya dengan digabung (dijamak) dan menginap di Muzdalifah sampai mereka shalat Subuh. Mereka disunnahkan banyak berdoa di sana hingga menjelang matahari terbit. Tetapi bagi perempuan yang lemah dan orang tua boleh meninggalkan Muzdalifah setelah tengah malam. 
  4. Mereka keluar dari Muzdalifah menuju Mina, sebelum matahari terbit di hari raya Idul Adha. Pada waktu Idul Adha disunnahkan bagi yang beribadah haji untuk melakukan beberapa hal
  • Melempar jumrah kubra dengan 7 (tujuh) batu sambil bertakbir dalam setiap lemparannya. Jumrah adalah tempat-tempat dimana Nabi Ibrahim  digoda oleh syetan dan kemudian dia melempar syetan sebanyak 7 kali dengan menggunakan batu. 
    Allah telah mensyariatkannya kepada kita, maka kita kerjakan lempar jumrah sebagai bentuk ibadah kepada-Nya dan sebagai bentuk penyerahan diri kepada-Nya atas segala perintah-Nya. Juga untuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad  yang telah melakukannya. Selain itu agar jiwa kita sebagai manusia merasa terdorong untuk melawan godaan syetan atas segala bentuk kesesatan yang selalu kita hadapi. 
  • Menyembelih hewan qurban, bisa di Mina atau di Makkah pada Hari Raya Idul Adha dan tiga hari setelahnya. 
    Yang beribadah haji, boleh memakan daging qurban itu, atau memberikannya kepada orang lain, atau menyedekahkannya. Kalau dia tidak punya uang untuk membeli hewan kurban, maka dia harus puasa 3 (tiga) hari di Makkah dan tujuh hari setelah dia pulang dari haji. 
    Seseorang yang berhaji bisa juga memberikan hewan kurbannya kepada lembaga yang dipercaya untuk membagikan kepada yang membutuhkannya. 
  • Mencukur seluruh rambutnya atau memotong sebagiannya. Dengan ini berarti dia telah bertahallul yang pertama. Maka dia boleh melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang, kecuali menggauli istrinya. 
  • Kemudian dia menuju ke Makkah untuk melakukan thawaf ifadhah sebanyak tujuh kali mengelilingi Ka’bah dan ini merupakan rukun haji. Setelah itu langsung mengerjakan sa’i. Dengan melakukan thawaf ifadhah, maka semua yang dilarang sebelumnya menjadi halal, termasuk menggauli istrinya. Boleh juga orang yang berhaji untuk menunda thawaf-nya sampai hari-hari Tasyriq kalau dia merasa kesulitan. 
  1. Kemudian dia kembali ke Mina, menginap dua malam bagi yang sempit waktunya, dan tiga malam bagi yang sempat.
    Selama dia di Mina, disyariatkan untuk melempar tiga jumrah, yaitu jumrah sughra (yang paling jauh dari Makkah), jumrah wustha, dan jumrah kubra (yakni yang mampu melakukannya pada hari-hari Tasyriq). 
  2. Apabila dia ingin keluar dari Makkah, maka hendaknya sebelumnya dia harus melakukan thawaf wada’ terlebih dahulu sebagai prosesi terakhir dalam ibadah hajinya.
ويسقط هذا الطواف عن المرأة إذا كانت حائضاً.

Beberapa Larangan bagi Orang yang Melaksanakan Ihram

  1. Dilarang mencukur rambut atau memendekkannya, dan juga dilarang memotong kuku. 
  2. Dilarang memakai minyak wangi di baju dan badannya.
  3. Dilarang menggauli istrinya, atau meraba-raba jika dibarengi dengan syahwat. 
  4. Mengadakan akad nikah, baik orang yang berihram itu laki-laki atau perempuan
  5. Dilarang berburu, seperti berburu burung dan hewan darat lainnya.
  6. Larangan khusus bagi laki-laki:
  • Dilarang memakai pakaian yang dijahit, seperti kemeja, baju, semua jenis celana, celana panjang, dan yang sejenisnya. 
  • Dilarang menutup kepala dengan tutup yang menempel di kepala. Tetapi kalau yang melindungi kepalanya dengan cara yang tidak menempel maka diperbolehkan. Misalnya genting bangunan, kendaraan, dan payung. 
  1. Larangan bagi Perempuan 
  • Dilarang memakai cadar dan penutup wajah. Disyariatkan harus membuka wajahnya, kecuali kalau ada laki-laki nonmahram yang lewat di depan wajahnya, maka boleh menutup wajahnya, atau boleh hanya dengan menutupkan kain penutup di wajahnya. 
  • Dilarang memakai sarung tangan
Tetapi barangsiapa yang melakukan salah satu dari yang dilarang di atas karena lupa, tidak tahu, atau mungkin dipaksa memakainya, maka hal itu tidak membatalkan hajinya. 
Allah  berfirman, “Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu.” (Al-Ahzab: 5)
Tetapi kalau dia sudah ingat dan sudah mengetahui larangan-larangan tadi maka dia harus langsung berhenti. 
Masjid Al-Khaif dimana tampak kemah para jamaah haji di Mina. 

Umrah

Umrah adalah ibadah kepada Allah dengan ihram dan thawaf di Ka’bah sebanyak tujuh kali, lalu mengerjakan sa’i antara Shafa dan Marwa sebanyak tujuh kali, kemudian bercukur dan atau memotong rambut. 
Hukum umrah adalah wajib satu kali dalam seumur hidup dan mengulanginya adalah sunnah. 
Waktu Pelaksanaan Umrah
Boleh dilakukan kapan saja dalam satu tahun. Tetapi kalau dikerjakan pada bulan Ramadhan maka pahalanya akan berlipat ganda. Rasulullah  bersabda, “Beribadah umrah pada bulan Ramadhan sama dengan ibadah haji bersamaku.” (HR. Al-Bukhari, no. 1863)

MasyaAllah, Ternyata Hukum dan Keutamaan Ibadah Haji & Umroh Sangat Luar Biasa

MasyaAllah, Ternyata Hukum dan Keutamaan Ibadah Haji & Umroh Sangat Luar Biasa


Hukum Haji Umroh – Haji merupakan salah satu rukun islam yang kelima. Ibadah haji wajib dilaksanakan bagi umat muslim yang mampu, baik itu dari segi finansial maupun dari segi fisiknya. Sebelum berangkat Haji, Anda harus mengetahui terlebih dahulu apa hukumnya Haji. Selain itu agar Ibadah Haji kita diterima oleh Allah swt kita harus mengetahui syarat dan rukun mengenai Ibadah Haji.
Dalam artikel ini kita akan coba mengulas mengenai ibadah haji dan umroh. Berikut ini adalah penjelasan lebih lengkapnya.

Hukum Melaksanakan Ibadah Haji




Hukum Haji

Hukum melaksanakan ibadah haji adalah fardu’ain atau ibadah yang diwajibkan kepada setiap muslim yang mampu, baik itu secara finansial maupun secara fisik dan mental.
Namun masih banyak saudara-saudara kita diluar sana yang dari segi finansial mampu namun hatinya belum tersentuh untuk menunaikan ibadah haji. Adapula yang sebaliknya, mereka yang dari segi finansial sangat kurang akan tetapi memiliki keinginan yang kuat untuk melaksanakan ibadah haji ini.
Lalu, bagaimana hukumnya ibadah Haji yang sebenarnya ?
Allah swt berfirman dalam Q.S Ali Imran 97 :
Dalil Umroh
Selain dari firman Allah swt diatas, Rasulullah saw pernah bersabda :
“Islam dibangun di atas lima, kesaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad utusan Allah, mendirikan Shalat, membayar Zakat, Haji ke Baitullah, dan Puasa d bulan Ramadhan.” – Muttafaq ‘Alaih
Dari penjelasan diatas dapat kita ambil kesimpulan, bahwa Ibadah Haji itu merupakan suatu kewajiban bagi kaum muslimin yang mampu. Mungkin Anda pernah bertanya-tanya, boleh enggak melakukan Ibadah Haji lebih dari satu kali ?
Hadist riwayat dari Abu Daud, Ahmad, dan di Shohihkan oleh Al-Hakim.
“Haji itu sekali dan barang siapa melakukannya lebih dari sekali maka itu sunnah.”
Jadi berdasarkan hadist di atas, hukum Haji lebih dari sekali adalah Sunnah, namun Haji itu di sunnahkan jika dikerjakan sekali dalam setiap lima tahun.
Hadist qudsi riwayat dari Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi.
“Sesungguhnya telah Aku buat sehat badannya dan Aku lapangkan rezekinya, lima tahun berjalan padanya, tapi ia tidak datang kepada-Ku dalam keadaan Ihram (Haji).”

Keutamaan Ibadah Haji




Hukum Umroh


Melaksanakan ibadah Haji di tanah suci memiliki beberapa keutamaan, diantaranya adalah :
  1. Ibadah haji bisa menghapus dosa-dosa kecil dan besar yang pernah kita lakukan sebelum berangkat haji.
  2. Menunaikan ibadah Haji mendapatkan pahala seperti berjihad di jalan Allah swt.
  3. Orang yang menunaikan ibadah haji adalah tamu Allah swt. Jadi apapun doa dan permintaannya akan dikabulkan oleh Allah swt. Tentunya harus sesuai dengan syariat Islam.
  4. Orang yang berhaji doanya akan terkabulkan sampai selesai. Jadi jika melaksanakan haji selama 1 bulan, maka selama itulah doa-doanya akan maqbul. Hal ini juga harus dilandasi dengan niatnya.
  5. Biaya yang digunakan untuk melaksanakan ibadah Haji laksana membiayai perang di jalan Allah swt, dengan nilai yang didapatkan 700 kali lipat.
  6. Pengeluaran biaya yang digunakan ketika melaksanakan ibadah Haji tidak akan membuat orang yang melaksanakannya menjadi miskin, akan tetapi menjadi semakin bertambah.
  7. Orang yang menunaikan ibadah Haji akan selalu mendapatkan pertolongan dari Allah swt, seperti prajurit perang yang berjuang di jalan Allah swt, suami istri alias, dan budak mukatab.
  8. Orang yang melaksanakan ibadah Haji bisa memberikan syafaat kepada 400 keluarganya yang lain.
  9. Orang yang menunaikan ibadah Haji akan mendapatkan ampunan dari Allah swt, walaupun orang yang dzholim sekalipun.
  10. Orang yang melaksanakan ibadah Haji akan diampuni begitu pula dengan orang yang dimohonkan ampunannya kepada Allah swt. 
  11. Orang yang menunaikan iabdah Haji ketika di Arofah oleh Allah swt dibangga-banggakan kepada para malaikat-Nya.
  12. Orang yang berhaji tentunya menjadi ahli surga.
Keutamaan Haji diatas tentunya diperuntukkan untuk orang-orang yang beriman. Jadi jika ada orang yang melaksanakan Haji hanya untuk sombong dengan orang lain, maka tentunya tidak akan mendapatkan keutamaan ibadah Haji tersebut.

Hukum Melaksanakan Ibadah Umroh




Suplemen Haji Umroh


Hukum melaksanakan ibadah umroh adalah sunna yang diwajibkan, sebagaimana Firman Allah swt dalam Q.S Al-Baqarah 196 :
“Dan sempurnakanlah Ibadah Haji dan Umroh karena Allah …… “

Keutamaan Ibadah Umroh




Keutamaan Umroh


Ibadah umroh merupakan sebuah alternatif bagi mereka yang belum diberikan kesempatan untuk berhaji ke tanah suci. Terlebih lagi bagi masyarakat Indonesia, sistem kuota membuat antrian untuk menunaikan ibadah Haji cukup lama.
Meski bukan yang paling utama, ibadah Umroh tidak kalah istimewanya dengan Haji. Berikut ini adalah penjelasan mengenai keutamaan ibadah Umroh.

1. Ibadah Umroh yang Satu kepada Umroh Berikutnya Adalah Kaffaroh atau Penghapus Dosa

Allah swt akan menghapus dosa-dosa kita diantara pelaksanaan umroh yang satu dengan umroh berikutnya. Sederhananya begini, jika 3 tahun lalu kita sudah melaksanakan ibadah umroh, selanjutnya tahun depan diberi kesempatan lagi untuk melaksanakan ibadah Umroh. Maka dosa-dosa diantara kedua waktu tersebut dosa kita akan diampuni oleh Allah swt.

2. Umroh Adalah Jihad untuk Para Wanita dan Orang yang Lemah

Untuk para kaum wanita serta untuk mereka yang lemah fisiknya pada masa Rasulullah saw, tidak bisa ikut untuk berjihad atau berperang di jalan Allah swt. Namun mereka masih bisa mendapatkan fadillah pahala jihad dengan cara melaksanakan ibadah Umroh di tanah suci.

3. Jamaah Umroh Adalah Tamu-Tamu Allah yang Doanya Dikabulkan

Ibadah Haji dan Umroh menjadi sebuah ibadah yang sangat istimewa karena orang yang datang ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah tersebut merupakan tamu Allah swt sehingga apa yang diminta oleh sang tamu maka akan dikabulkan oleh Allah swt. Ini merupakan salah satu keistimewaan ibadah umroh di tanah suci.

4. Wafat Saat Menjalankan Ibadah Umroh Pahalanya Dicatat Sampai Hari Kiamat

Keutamaan orang yang wafat dalam pelaksanaan ibadah haji dan umroh, serta keutamaan orang yang wafat dalam keadaan berihram akan mendapatkan anugerah pahala yang sangat luar biasa dan dicatat sampai hari kiamat.

5. Ibadah Umroh Bisa Menghilangkan Kefakiran

Jika kita melihat saudara kita yang telah pulang dari tanah suci maka akan terlihat kehidupannya akan semakin lebih baik dari pada yang sebelumnya, rezekinya akan terus mengalir dan keluarganya bertambah berkah, itulah salah satu keutamaan orang yang melaksanakan ibadah haji dan umroh. Tentunya hal tersebut dapat tercapai jika Anda menjalani ibadah haji dan umroh sesuai dengan syariat islam.

6. Menghapus Dosa Antara Dua Umroh

Sholat di masjid Quba mempunyai keutamaan yang sangat luar biasa. Menurut hadist Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan oleh Abu bin Sahl Hunaif, ia pernah mendengar rasulullah saw bersabda.
” Barangsiapa bersuci dirumahnya, kemudia mendatangi Masjid Quba, lalu ia sholat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umroh.” (HR. Tirmizi No. 298, Ibnu Majah No. 1401)
Masjid Quba ini letaknya di luar kota Madinah. Jadi mengingat keutamaan sholat di Masjid Quba sangat luarbiasa. Maka jika kita sudah berada di Madinah dalam rangka menjalankan ibadah Haji atau Umroh, jangan lupa untuk melakukan sholat di Masjid Quba.